Minggu, 19 Februari 2012

Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW


WONOSOBO - Sabtu, 18 Februari 2012, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarkan di Masjid Al Muhajirin, Perum. Manggisan Asri, Andongsili, Mojotengah,Wonosobo. Acara yang dimulai jam 20.00 WIB ini dihadiri oleh segenap kelompok – kelompok keagamaan (Yasinan Bapak-Bapak, Yasinan Ibu-Ibu, Yasinan Anak-anak, kelompok pengajian Minggu Kliwon, dan segenap warga RW 5 mulai dari anak-anak, remaja, dan orang tua).
“ Bismillahirohmannirohim. Semoga acara ini menjadi sarana bersilaturokhim menuju kemaslahatan bersama hingga kita mendapat kemuliaan di dunia dan akherat” kata Abu Thoha selaku Ketua Takmir Al Muhajirin, Manggisan Asri saat membuka acara. Abu Thoha juga sangat berterimakasih, atas kerjasama dan bantuan bentuk apa pun dari seluruh warga yang telah membantu Rehab Masjid Al Muhajirin. Hingga malam itu, biaya rehap telah mencapai  30-an juta, namun baru terbayar 20 juta. Karena itu, Panitia Rehap tetap mengharap partisipasi semua warga karena rehap belum selesai. Abu Thoha optimis, karena, “warga Manggisan Asri itu orangnya baik, kompak, menurut, dan berbeda dengan warga di perumahan lainnya. Buktinya, dulu waktu dibentuk group kethoprak, disuruh ngethoprak mau. Diajak kerja bakti mau. Diajak voly, yasinan, pengajian, dsb juga mau. Alhamdullilah, kotak amal dari Sholat Jum,at dan saat memperingati hari Besar Agama lumayan banyak. Kalau diambil rata-rata, setiap bulan antara 600 s/d 700 ribu. Sarana Masjid juga mulai lengkap memberi kenyamanan kita, seperti adanya lampu hias gantung, kipas angin, dan perlengkapan lainnya” imbuhnya panjang lebar.
Acara yang diawali dengan berjanjen dengan dipimpin oleh Nuryanto, mantan Ketua RW 5 ini juga menghadirkan dua orang tamu dari luar. Akhmad Mufid, S.Pd. I (Juara Tillaawah Tingkat Provinsi Jateng) sebagai pembaca Wahyu Illahi dan Ustadz Akhmad Sholeh, SH. I sebagai nara sumber. Akmad Sholeh dalam ceramahnya menggarisbawahi bahwa pentingnya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah agar kita dapat meneladani sifat-sifat wajib Nabi seperti sidik, amanah dan fatonah. Sidik berarti benar. Apa pun yang dilakukan dan dikatakan Rosululloh itu selalu benar. Rosul tidak suka khasut (suudhon/berprasangka buruk). Sementara manusia selalu dekat dengan tiga perasaan, baik itu berprasangka buruk, khasut, dan punya niat tapi disertai dengan rasa khawatir yang berlebihan. Kalau tiga perasaan itu muncul, resep Rosulullah agar kita menjauhi sifat suka berprasangka buruk. Jangan suka mencari kesalahan orang lain, jangan menggunjing, dan jangan menjelek-jelekannya. Dengan banyak membaca shalawat, rasa mencintai keteladanan Rosul akan lebih kuat. Yang kedua dengan menjauhi sifat mudah mengeluh, karena hidup ini memang ujian. Barang siapa, mau bekerja keras dalam hidup, Alloh akan memberi kemudahan. Yang ketiga dengan membiasakan ucapan yang lembut. Sesuai dengan sifat nabi yakni benar dalam perkataan, dan lembut dalam ucapan, dengan tetangga baik. Kata seorang Filosof, “Ketidakmampuan berbuat baik, karena kita tidak tertarik untuk melakukan kebajikan”.
Sebagai penutup ceramah, Akhmad Sholeh menyimpulkan bahwa kesanggupan untuk meneladani sifat-sifat Nabi yang amanah, sidik, dan fatonah perlu dilatih dari sedikit demi sedikit dan mulai hari ini”. Acara ditutup dengan bacaan hamdallah bersama dipimpin oleh Ayu selaku pembawa acara tepat pukul 22.15 WIB. (Oleh : Eko Hastuti, Ketua Rumah Belajar Srikandi)

Tidak ada komentar: