Oleh : Eko Hastuti
Disadari atau tidak, sebenarnya seorang guru itu sudah melakukan aktifitas menulis. Fakta ini diperkuat oleh pendapat M. Arief Hakim (2005 : 15) bahwa hampir setiap orang agaknya pernah melakukan aktifitas menulis, dari bentuk yang paling ringan dan sederhana sampai yang luas dan mendalam. Menulis dalam bentuk ringan seperti buku harian, surat, memo, pengalaman, opini , dan lain-lain. Sedangkan menulis dalam bentuk luas dan mendalam dapat berupa artikel, esai, kritik, laporan, buku, jurnal, dan sebagainya. Menulis bentuk lain juga bisa misalnya karya-karya fiksi (puisi, cerpen, dongeng, pantun, novellet, novel, dll). Memang secara garis besar, tulisan dibedakan antara tulisan fiksi dan non fiksi. Dengan demikian, bukankah menulis bagi guru itu merupakan aktifitas yang sudah menjadi rutinitas. Terlebih menulis yang berkaitan dengan tugas pokok guru dalam mengajar. Guru menyusun Prota, Promes, RPP, Soal Ulangan Harian atau Soal Ulangan Semester, menyusun LKS itu sudah biasa. Namun, anehnya banyak guru yang tetap saja merasa tidak bisa menulis. Padahal, hakekat menulis menurut M. Arief Hakim (2005 : 15) adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Yah, mungkin yang dimaksud kesulitan menulis itu untuk jenis-jenis tertentu seperti menulis artikel, resensi buku, esai, jurnal, dan sebagainya. Baik, berikut ini penulis akan berbagi sedikit kiat menulis karya ilmiah populer atau biasa disebut artikel.
Disadari atau tidak, sebenarnya seorang guru itu sudah melakukan aktifitas menulis. Fakta ini diperkuat oleh pendapat M. Arief Hakim (2005 : 15) bahwa hampir setiap orang agaknya pernah melakukan aktifitas menulis, dari bentuk yang paling ringan dan sederhana sampai yang luas dan mendalam. Menulis dalam bentuk ringan seperti buku harian, surat, memo, pengalaman, opini , dan lain-lain. Sedangkan menulis dalam bentuk luas dan mendalam dapat berupa artikel, esai, kritik, laporan, buku, jurnal, dan sebagainya. Menulis bentuk lain juga bisa misalnya karya-karya fiksi (puisi, cerpen, dongeng, pantun, novellet, novel, dll). Memang secara garis besar, tulisan dibedakan antara tulisan fiksi dan non fiksi. Dengan demikian, bukankah menulis bagi guru itu merupakan aktifitas yang sudah menjadi rutinitas. Terlebih menulis yang berkaitan dengan tugas pokok guru dalam mengajar. Guru menyusun Prota, Promes, RPP, Soal Ulangan Harian atau Soal Ulangan Semester, menyusun LKS itu sudah biasa. Namun, anehnya banyak guru yang tetap saja merasa tidak bisa menulis. Padahal, hakekat menulis menurut M. Arief Hakim (2005 : 15) adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Yah, mungkin yang dimaksud kesulitan menulis itu untuk jenis-jenis tertentu seperti menulis artikel, resensi buku, esai, jurnal, dan sebagainya. Baik, berikut ini penulis akan berbagi sedikit kiat menulis karya ilmiah populer atau biasa disebut artikel.