Selasa, 10 Juli 2012

Kiat Menulis Artikel Bagi Guru

Oleh : Eko Hastuti

Disadari atau tidak, sebenarnya seorang guru itu sudah melakukan aktifitas menulis. Fakta ini diperkuat oleh pendapat M. Arief Hakim (2005 : 15) bahwa hampir setiap orang agaknya pernah melakukan aktifitas menulis, dari bentuk yang paling ringan dan sederhana sampai yang luas dan mendalam. Menulis dalam bentuk ringan seperti buku harian, surat, memo, pengalaman, opini , dan lain-lain. Sedangkan menulis dalam bentuk luas dan mendalam dapat berupa artikel, esai, kritik, laporan, buku, jurnal, dan sebagainya. Menulis bentuk lain juga bisa misalnya karya-karya fiksi (puisi, cerpen, dongeng, pantun, novellet, novel, dll). Memang secara garis besar, tulisan dibedakan antara tulisan fiksi dan non fiksi. Dengan demikian, bukankah menulis bagi guru itu merupakan aktifitas yang sudah menjadi rutinitas. Terlebih menulis yang berkaitan dengan tugas pokok guru dalam mengajar. Guru menyusun Prota, Promes, RPP, Soal Ulangan Harian atau Soal Ulangan Semester, menyusun LKS itu sudah biasa. Namun, anehnya banyak guru yang tetap saja merasa tidak bisa menulis. Padahal, hakekat menulis menurut M. Arief Hakim (2005 : 15) adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Yah, mungkin yang dimaksud kesulitan menulis itu untuk jenis-jenis tertentu seperti menulis artikel, resensi buku, esai, jurnal, dan sebagainya. Baik, berikut ini penulis akan berbagi sedikit kiat menulis karya ilmiah populer atau biasa disebut artikel.

Senin, 09 Juli 2012

MENJADIKAN FACEBOOK SEBAGAI MEDIA BELAJAR


Oleh : Eko Hastuti

Di era global ini istilah facebook sudah tidak asing lagi. Jejaring sosial yang tercanggih ini sangat digandrungi oleh berbagai elemen dalam masyarakat. Tidak hanya para kawula muda saja, namun anak-anak dan orang-orang dewasa pun tak ketinggalan. Bahkan yang sudah kategori manula juga ikut menggunakan. Khususnya anak-anak, sampai harus mengakali dengan memberi data palsu terutama umur pada identitas saat mendaftarkan akun. Facebook sebagai situs jejaring sosial ini identik dengan situs pertemanan. Media ini memberi ruang bagi pengguna facebook (facebooker) untuk berhubungan dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, sahabat, atau pihak-pihak lain yang memiliki kesamaan hobi, selera, status, minat, dan sebagainya. Tidak heran kemudian terbangun grup-grup yang mengatasnamakan komunitas/sosialitas tertentu. Istilah situs jejaring sosial itu sendiri, pertama kali dikenalkan oleh profesor J.A.Barnes pada tahun 1954 (http://ridwanaz.com).Yakni merupakan struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen atau individu-individu. Tujuan pertama saat facebook didirikan atau dibuat oleh Mark Zuckerberg dan teman-temannya adalah untuk jejaring sosial teman sekelasnya di bangku kuliah Universitas Harvard, Amerika Serikat (http://id-id.facebook.com). Tentu untuk komunikasi seputar kegiatan kampus khususnya dunia perkuliahan. Hingga lama-lama semakin luas sampai menjaring universitas terdekat. Pada perkembangan selanjutnya sampai ke tangan kita pun bisa menggunakan facebook sebagai situs pertemanan global. Disebut pertemanan global karena dengan jaringan internet, facebook menjangkau seluruh pelosok dunia. Seakan dunia ini menjadi semakin sempit karena tak berbatas ruang dan waktu.

Senin, 23 April 2012

NILAI KARAKTER UJIAN NASIONAL


Oleh : Eko Hastuti

Lepas dari pro dan kontra penyelenggaraan ujian nasional bagi siswa jenjang SMP, mulai hari ini, Senin, 23 April 2012 hingga Kamis, 26 April 2012 lusa ujian nasional dilaksanakan serentak di seluruh pelosok tanah air. Tidak peduli itu bagi siswa yang berdomisili di kota, desa, gunung, atau pun di daerah pesisir atau kawasan pantai. Ada kecemasan yang menggejala di benak berbagai kalangan yang terlibat langsung dengan momen yang sangat dilematis ini.

Sabtu, 21 April 2012

REFLEKSI HARI KARTINI


Tepat di Hari Kartini, Sabtu, 21 April 2012 ini saya absen tidak memposting tulisan di blog selama sebulan penuh. Entah apa yang membuat beku tanpa kata tanpa kalimat yang tergores barang sealinea atau sebait  pun. Kadang rutinitas seharian membuat terlena dari semangat menulis dan berbagi hingga waktu terus berlari dan tak terkejar lagi. Hingga tepat di hari yang sangat bersejarah ini, aku terhentak. HARI KARTINI.