Selasa, 04 Oktober 2011

Pelajar Jawa Tengah Juara Umum OSN X Manado

Olimpiade Sains Nasional yang diselenggarakan di Manado Provinsi Sulawesi Utara pada Tanggal 12 – 16 September 2011, kembali Provinsi Jawa Tengah untuk sekian kali menjadi juara umum dengan meraih 21 emas, 29 perak,dan 24 perunggu. Hal ini sangat membanggakan dalam era reformasi dimana prestasi para pelajar kita yang semakin lama semakin bias akibat himpitan modernisasi dan norma-norma baru. Apresiasi tentunya patut disampaikan kepada para pelajar yang berprestasi tersebut karena dalam hati mereka masih kuat terpatri kebanggaan untuk membela daerahnya dan berprestasi di tingkat nasional.

Semangat para pelajar berprestasi di Provinsi Jawa Tengah ini yang telah meraih penghargaan tertinggi di tingkat nasional diharapkan akan terus ada dan tumbuh menjadi semangat nasionalisme yang kuat agar pantang menyerah untuk bisa mewakili Indonesia  berprestasi di tingkat Internasional.

Komitmen untuk menjadikan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa sebagai kerangka acuan penyelenggaraan pendidikan disemua tingkatan diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang berkualitas, religius, bertanggung jawa, mandiri dan sejahtera. Hasil prestasi gemilang pelajar Jawa Tengah ini tidak lepas dari kebijakan pencanangan pendidikan karakter yang telah dilaksanakan di tiap satuan pendidikan di Provinsi Jawa Tengah.
(Bimo)
(Telaah berita Kompas 15 September 2011)

BICARA PENDIDIKAN??, POKOKNYA KAMU BODOH! TITIK


Menyitir legenda perancis three musketeer yang terkenal dengan semboyannya one for all, all for one, dalam sistem pendidikan kita hampir sama menggunakan semboyan itu yaitu satu mata pelajaran bisa untuk semua dan semua harus bisa seluruh mata pelajaran. Hal ini semestinya mendapat perhatian bagi para pemerhati padepokan pendidikan dikarenakan tuntutan kita terhadap anak bangsa ini terlalu tinggi yaitu anak harus bisa semua ilmu. Memang gen ras manusia , yaitu gen Nabi Adam yang mampu menghafal semua ciptaan Tuhan, ada dalam tubuh kita. Namun sepertinya waktu puluhan bahkan ratusan ribu tahun sampai di waktu sekarang ini, gen itu bisa jadi sudah bermutasi sedemikian banyak ,terutama dibidang kecerdasan manusia. Wallahu alam.
Ka-TU-Ku

Karya : Dwi Astuti
Eror ror ror ror Eror
KA TU di sekolahku
Hingga aku harus mengalaminya
Sendirian, di kamar beralas Suara Merdeka
Sprei kotor, bekas orang lain, tak diganti
Aku jijik, kualasi Suara Merdeka tua
Kutambahi mukena di Musola
Berbantal sajadah dan mukenaku
Nyamuk bersliweran menghampiri seluruh tubuhku
Demi sebuah ilmu kuikhlaskan semua itu
Meski dalam hati kutetap mengutuknya
Karena ke- Eroranya hingga aku menderita
Apa yang harus kusampaikan padanya
Sekembali di tempat kerja ?
Haruskah aku marah dan mengutuknya ?

Solo
Rabu, 14 September 2011 Pukul 22.15
Di Kamar 17 Hotek Kaloko Solo


RINDUKU
Akulah Burung Senja
Yang kan pulang ke sarang pertobatan
Sayapku rapuh dan berdarah
Pagi selalu mengajarkanku
Mentasbihkan cinta lewat untai doa
Kesunyian mereka yang berani menemu malam
Adalah kesunyian peluh
Pertemuan seribu gemuruh di taman musim gugur
Kupu-kupu mengepak sayap lalu tidur
Bunga belum mekar, begitulah ia tegar
Pantai itu tak bernama
Dan ombak yang takkan jenuh
Tuk menyapa, mengecup butir-butir pasirnya
Membisikkan rindu 

(by Ida)

SEPEDA PIXIE

Bersepeda sedang naik daun sekarang ini. Dalam era serba bermotor saat ini, ternyata keinginan untuk bersepeda justru sedang tinggi-tingginya. Toko-toko sepeda pun tidak sepi pelanggan. Sepeda yang dijual laris manis bak kentang goreng, bahkan ada yang kehabisan stok. Sepeda-sepeda yang dijualpun beragam, dari Mountain Bike(MTB) dan yang menjadi trend adalah si “SELI” A.K.A sepeda lipat.
Fenomena bersepeda yang cukup menarik dan patut didukung untuk mengurangi polusi. Setelah Sepeda Seli ini, ada lagi muncul jenis sepeda baru yang mulai banyak digunakan oleh para goweser, terutama saat Car Free Day di Renon. Sepeda tersebut adalah sepeda jenis Fixie atau sering disebut dengan jenis Fixed Gear. Sepeda ini datang dengan kesederhanaan dan dengan tampilan unik yang biasanya dibuat ngejreng. Tidak ada kabel-kabel yang melintang kecuali kabel untuk Rem Depan. Apa dan bagaimana sepeda fixie itu ??? berikut penjelasan singkatnya.
Kata Fixie berasal dari kata Fixed Gear. Apa itu Fixed Gear? Fixed Gear ini adalah, gear belakang yang dibikin mati dengan hub(as) roda belakang. Jadi pedal sepeda akan ikut berputar saat roda perputar. Untuk mengerem atau mengurangi laju sepeda, cukup dengan menahan putaran pedal ke arah belakang(untuk yang tidak menggunakan rem depan). Dulu sering disebut dengan Doltrap. Dan sebenarnya ini lah hal utama yang membedakan sepeda fixie dengan jenis sepeda lainnya. Jangan salah pengertian dengan Torpedo. Kalo torpedo adalah pedal masih bisa berhenti mengayuh saat roda belakang berputar. Persamaannya, untuk mengerem sama-sama dengan menekan pedal sepeda ke arah belakang. Banyak yang salah pasang gear ini sehingga keinginan membuat sepeda fixie justru malah jadi sepeda single speed dengan torpedo. Untuk speed sendiri kebanyakan menggunakan single speed, sehingga sepeda fixie akan memberikan kesan sederhana baik dalam tampilan karena tidak adanya kabel-kabel gear speed yang melintang dan mekanik gear yang membikin menjadi rame. Dan juga kemudahan perawatan. (www.pixie.com)